TNI AU Lengkapi Persenjataan Sukhoi

diambil dari alamat :
http://www.kompas.com/ver1/Nasional/0609/10/105432.htm
Kediri, Minggu- TNI Angkatan Udara (AU) terus melengkapi sistem
persenjataan untuk empat unit pesawat tempur buatan Rusia jenis
Sukhoi, meski Amerika Serikat telah menghapus embargo militer terhadap
Indonesia.
“Sampai sekarang kami masih terus melengkapi sistem persenjataan di
pesawat tempur Sukhoi guna memaksimalkan dukungan pertahanan udara
kita,” kata Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Herman
Prayitno kepada Antara di Kediri, Jawa Timur, Minggu (10/9).
Lebih lanjut, dia mengungkapkan pengadaan senjata pesawat tempur
Sukhoi merupakan kewenangan penuh Panglima TNI. “Sedang kami hanya
menyerahkan daftar jenis-jenis senjata yang dibutuhkan pesawat tempur
Sukhoi,” ujarnya saat ditemui dalam acara Reuni Akbar ke-60 SMA Negeri
1 Kediri
itu.
Sukhoi yang dioperasikan TNI-AU sejak 2004 lalu merupakan jenis
pesawat tempur generasi terbaru, bahkan pasukan angkatan udara Rusia
pun ternyata belum mengoperasikan jenis ini.
Pesawat tempur yang dijuluki Flanker ini adalah jenis Sukhoi Su-27 SK
Upgrade dengan sepasang mesin masing-masing berdaya dorong 12.550
kilogram jenis Lyulka AL-31F.
Kelebihan pesawat tempur jenis dilengkapi dengan Infra Red Search and
Track (IRST) berupa bola kaca di depan kokpit, yang mampu mengendus
sasaran sejauh 70 kilometer. Perlengkapan ini tidak dimiliki pesawat
tempur lainnya di beberapa skadron TNI-AU sampai sekarang ini.
Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI AU Kolonel (Pnb) Daryatmo di Jakarta
belum lama ini mengatakan, beberapa senjata yang kini mulai
ditempelkan di tubuh keempat unit Sukhoi milik TNI AU antara lain
rudal Cannon dan pada akhir 2006 nanti akan segera dilengkapi dengan
roket dan misil.
Sedangkan untuk sasaran darat pesawat Sukhoi dapat dilengkapi dengan
rudal H-31P berjarak jangkau 100 kilometer atau rudal anti kapal jenis
H-31A berjarak jangkau 50 kilometer. Dengan kapasitas bahan bakar
seberat 6.000 kilogram pesawat ini mampu mengadakan patroli sejauh
1.500 kilometer dari pangkalan tolak atau terbang selama empat jam.
Ia menambahkan, Sukhoi rencananya akan mengusung rudal udara AA-12
Adder yang mampu menjelajah sejauh 50 kilometer melebihi AMRAAM yang
hanya 40 kilometer atau pun rudal udara jenis R-73 yang mampu menembak
pada sasaran ke arah samping hingga sudut 70 derajat.
Seluruh persenjataan itu merupakan senjata udara paling mematikan saat
ini, lebih andal dari rudal keluaran Israel jenis Python atau pun
AIM-9L/M Sidewinder yang biasa dipakai negara Barat.
Untuk meningkatkan kesiapan, Sukhoi telah menjalani test flight secara
periodik di sekitar Pangkalan Udara TNI AU di Makassar, bahkan saat
terbang di ketinggian sekitar 25.000 kaki itu sempat mengeluarkan
“sonic bom” hingga menimbulkan dugaan adanya kecelakaan di sekitar
area latihan.
Sumber: Antara
Penulis: donna

19 comments
  1. angky said:

    halo..mo isi SB kok gak ada ya? bikin donk..

  2. Ping-balik: My_Blog

  3. Buat TNI AU maju terus tentunya engan peremajaan alat dan selalu profesional dalam tugas o iya selain menggunakan peralatan rari luar sekali-kali coba berusaha membuat peralatan tempur sendiri janagan hqnya bisa membeli an membeli aja. sukses dan jaya selalu buat TNI AU danbisa semakin dewasa guna melinungi bangsa tercinta……

  4. Zakaria Efendi Bahri said:

    Beli juga dounk YAK-130 untuk gantiin Hawk MK 53 Yang udah uzur

  5. Iwan Saripudin said:

    Assalamualaikum,

    saya ngga rela sejengkalpun tanah air yang saya injak ini di rampas negara lain. Pada TNI AU jangan menyerah, terus jaga kedaulatan NKRI yang kita cintai ini, jika ada yang macam-macam hantam aja, apalagi tuh negara yang arogan Malayasia hantam aja jika macam-macam. saya mau lihat lah pesawat TNI AU jaya. Jaya terus TNI ku saya mendukungmu hhhhiiiiiddddduuuuupppppppp………….

  6. kamat said:

    saatnya berpaling pada rusia..amarika NOTHING

  7. Tintoezzzz said:

    Jayalah TNI negeri Q. Jayalh juga almamater kita. Mari kita songsong keberhasilan seperti para almama ter SMAS’T Kediri yang sudah berhasil.

  8. vHaNz_RazoRable said:

    Bener tuh kata om kamat.,SA’ATNYA BERPALING PADA RUSIA,.jgn brgntng sama AS mulu,nanti kalau ada embargo dari AS kan TNI juga yg repot.,berjaya dilangit lindungi NKRI.,hidup TNI-AU !!!

  9. ahmat rijani said:

    shukoi jenis apasaja yg akan dipesan indonesia dr rusia?

  10. ahmat rijani said:

    bagaimana kalau shukoi dimodifikasi untuk pembawa Bom Nuklir.

  11. binbin said:

    Ditambah lagi dunk sukhoi-nya, agar NKRI tetap jaya,…

  12. nikita said:

    semoga TNI-AU tetap jaya.stop pembelian persenjataan thdp amerika.beralihlah kpd RUSIA.semoga utk tahun mendatang persenjataan kita dapat mensejajarkan diri menjadi negara superpower.hidup TNI-AU

  13. Febi said:

    Patungan yu buat beli sukhoi bantu tni….

  14. wahyu said:

    TNI AU , kau adalah sayap dari Negara RI.
    tunjukan dan perlihatkan kehebatan mu, bahwa kau bisa.

  15. iwan rimbawan said:

    saya lebih senang kalau persenjataan TNI khususnya TNI AU di perbaharui..daripada uang habis di korup lebih baik dibelikan persenjataan baru…kalau pemerintah tidak perduli dengan persenjataan TNI, maka dalam hal ini saya selaku rakyat siap menyumbang sebesar 40 % dari pendapatan saya sebulan…apabila 30 % takyat indonesia mau hal seperti itu, maka rasanya dalam setahun kita bisa membeli minimal 2 pesawat sukhoi..terima kasih

  16. Roni said:

    Maju terus TNI ku,……Tingkatkan Pertahanan dan jaga keutuhan NKRI. dengan menambah perlengkapan persenjataan yang lebih canggih….Gooooo…..! maju terus pantang mundur…..!

  17. cucu said:

    maju tni,perkuat terus kekuatan dan kemampuan alat pendukungnya,karena perang bisa terjadi kapan aja

  18. indra said:

    majulah indonesiaku..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: